KURIKULUM BERBASIS CINTA SEBAGAI STRATEGI MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

https://doi.org/10.31330/repo.v4i2.112

Authors

  • Umarul Faruq Universitas Islam Negeri Palopo, Indonesia

Keywords:

Kurikulum Berbasis Cinta, Moderasi Beragama, Kebijakan Pendidikan Islam, Pendidikan Keagamaan, Toleransi

Abstract

Meningkatnya fenomena intoleransi dan radikalisme di kalangan pelajar Indonesia merupakan tantangan serius bagi pendidikan keagamaan dan kohesi sosial. Penelitian ini menganalisis konsep dan relevansi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan strategis dalam penguatan moderasi beragama pada pendidikan Islam, serta mengkaji implikasi kebijakannya. Tujuan penelitian ini adalah menelaah landasan konseptual kurikulum tersebut dan kontribusinya dalam merespons tantangan pendidikan keagamaan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis isi terhadap dokumen kebijakan Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta berperan signifikan dalam memperkuat nilai toleransi, keseimbangan, empati, dan inklusivitas dalam pembelajaran di madrasah. Penekanan pada dimensi afektif dan etis pembelajaran mendorong transformasi praktik pedagogis, khususnya dalam memperluas peran guru sebagai fasilitator pembentukan karakter dan kesadaran moral. Selain itu, kurikulum ini mendukung pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan nilai-nilai humanisme dan pluralisme. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta selaras dengan agenda nasional moderasi beragama serta kerangka global pencegahan ekstremisme berbasis pendidikan. Secara kebijakan, kurikulum ini merupakan inovasi strategis yang memperkuat fungsi pendidikan Islam sebagai instrumen pencegahan intoleransi dan radikalisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pendidikan Islam berpotensi membangun pemahaman keagamaan yang inklusif dan memperkuat resiliensi sosial dalam masyarakat majemuk.

References

Arifin, Z., & Huda, M. (2024). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam: Konsep dan implementasi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 145-167.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Azra, A. (2020). Radikalisme agama di Indonesia: Tantangan dan upaya penanggulangan. Studia Islamika, 27(1), 1-28.

Bruinessen, M. van. (2013). Contemporary developments in Indonesian Islam: Explaining the "conservative turn". Singapore: ISEAS Publishing.

Darling-Hammond, L. (2006). Constructing 21st-century teacher education. Journal of Teacher Education, 57(3), 300-314.

Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Boulder, CO: Westview Press.

Fahmi, M., & Syarif, A. (2025). Implementasi moderasi beragama dalam kurikulum madrasah: Studi kasus di Indonesia. Jurnal Kebijakan Keagamaan, 6(1), 23-45.

Fullan, M. (2007). The new meaning of educational change (4th ed.). New York: Teachers College Press.

Huda, M. (2021). Pendidikan Islam multikultural: Strategi menangkal radikalisme di Indonesia. Islamic Studies Journal, 9(1), 78-95.

Idris, S., & Putra, R. (2021). Transformasi pedagogis pendidikan Islam kontemporer: Dari teacher-centered menuju student-centered learning. Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(2), 112-130.

Jufri, M., Rahman, A., & Syamsuddin, A. (2022). Pengembangan kompetensi guru madrasah dalam pembelajaran berbasis karakter. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 17(1), 89-108.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Panduan Kurikulum Berbasis Cinta. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025b). Peta jalan moderasi beragama 2025-2029. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.

Marzano, R. J. (2003). What works in schools: Translating research into action. Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.

Ministry of Education Singapore. (2021). Character and citizenship education syllabus. Singapore: Ministry of Education.

Munir, A. (2023). Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran berbasis pengalaman. At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 15(1), 45-62.

Rachman, F. (2021). Filsafat pendidikan Islam holistik: Integrasi dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. Jurnal Pemikiran Islam, 12(2), 201-220.

Ramli, M., & Suradi, A. (2023). Konsep wasathiyah dalam pendidikan Islam: Implementasi dan tantangan. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(1), 67-84.

Rani, S. (2024). Peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta: Transformasi pendidikan madrasah di Indonesia. Media Pendidikan, 18(3), 156-170.

Roro, N., Suharto, T., & Aziz, A. (2025). Inovasi kurikulum pendidikan Islam: Pendekatan holistik dan humanis dalam pembelajaran. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 19(1), 89-110.

Saat, S., & Yusoff, K. (2020). Wasatiyyah approach in Islamic education: A conceptual framework. International Journal of Islamic Thought, 18, 34-48.

Sahin, A. (2013). New directions in Islamic education: Pedagogy and identity formation. Leicestershire: Kube Publishing.

Sahlberg, P. (2015). Finnish lessons 2.0: What can the world learn from educational change in Finland? (2nd ed.). New York: Teachers College Press.

Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Tangerang: Lentera Hati.

Sirojuddin, A. (2025). Appreciative Inquiry dalam pembelajaran PAI: Pendekatan positif untuk pengembangan karakter. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(1), 23-40.

Stufflebeam, D. L. (2003). The CIPP model for evaluation. In T. Kellaghan, D. L. Stufflebeam, & L. A. Wingate (Eds.), International handbook of educational evaluation (pp. 31-62). Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

Suaraislam.id. (2025, 26 Maret). Ketua FUUI Kiai Athian Ali Dai kritik Kurikulum Cinta buatan Menag Nasaruddin Umar . Diakses dari https://suaraislam.id/ketua-fuui-kiai-athian-ali-dai-kritik-kurikulum-cinta-buatan-menag-nasaruddin-umar/

Winata, A., Syahputra, I., & Noor, F. (2021). Implementasi kebijakan pendidikan agama: Studi komparatif madrasah perkotaan dan terpencil. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 10(2), 145-164.

World Bank. (2018). Learning to realize education's promise. Washington, DC: The World Bank.

Yaputra, R. (2024). Dehumanisasi dalam pendidikan: Tantangan dan solusi dalam konteks Indonesia. Jurnal Sosio-Humaniora, 11(2), 78-93.

Published

2025-12-31

How to Cite

Faruq, U. (2025). KURIKULUM BERBASIS CINTA SEBAGAI STRATEGI MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA. Journal of Religious Policy, 4(2), 217–236. https://doi.org/10.31330/repo.v4i2.112